RESUMAN
“MENULIS SEBAGAI KETERAMPILAN BERBAHASA”
oleh Dr.
Henry Guntur Tarigan
Bab 1
PENDAHULUAN
1. Keterampilan Berbahasa : Komponen-komponenya
Keterampilan
berbahasa memiliki empat komponen yaitu :
·
Keterampilan menyimak.
·
Keterampilan berbicara.
·
Keterampilan membaca.
·
Keterampilan menulis.
Setiap
keterampilan itu erat sekali berhubungan dengan tiga keterampilan lainnya
dengan cara yang beraneka ragam. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa,
biasanya kita melalui suatu hubungan urutan yang teratur: mula-mula pada masa
kecil kita belajar menyimak bahasa kemudian berbicara, sesudah itu kita belajar
membaca dan menulis. Menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki
sekolah. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan suatu kesatuan,
merupakan catur tunggal. Selanjutnya setiap keterampilan itu erat pula
berhubungan dengan proses-proses yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang
mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin cerah
dan jelas pula jalan pikirannya. Keterampilan hanya dapat diperoleh dan
dikuasai dengan jalan praktek dan banyak latihan. Melatih keterampilan
berbahasa berarti pula melatih keterampilan berpikir.
2. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa
Menulis
merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi
secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis
merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis
ini maka sang penulis haruslah terampil memanfaatkan grafologi, struktur
bahasa, dan kosa kata. Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara
otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktek yang banyak dan teratur.
a.
Hubungan antara menulis dan membaca.
Antara menulis dan membaca terdapat hubungan yang
sangat erat. Bila kita menuliskan sesuatu, maka pada prinsipnya kita ingin agar
tulisan itu dibaca oleh orang lain; paling sedikit dapat kita baca sendiri pada
saat lain. Demikianlah hubungan antara menulis dan membaca pada dasarnya adalah
penulis dan pembaca. Tugas sang penulis adalah mengatur/menggerakkan suatu
proses yang mengakibatkan suatu perubahan tertentu dalam bayangan/kesan sang
pembaca. Khusus mengenai menulis, kualifikasi yang dituntut adalah sebagai
berikut :
·
Kuallifikasi Minimal.
Mampu menulis dengan tepat kalimat-kalimat atau pun
paragraf-paragraf seperti yang akan dikembangkan secara lisan bagi
situasi-situasi kelas, dan menulis surat sederhana yang singkat.
·
Kualifikasi Baik.
Mampu menulis “komposisi bebas” yang sederhana
dengan kejelasan dan ketepatan dalam kosa kata, idiom, dan sintaksis.
·
Kualifikasi Unggul.
Mampu menulis beraneka ragam pokok pembicaraan
(subyek) dengan idiom yang wajar, ekspresi yang cerah serta mudah dipahami, dan
perasaan yang tajam terhadap gaya bahasa yang beraneka ragam dalam bahasa
target.
b.
Hubungan antara menulis dan berbicara.
Kedua-duanya memiliki ciri yang sama yaitu
produktif dan ekspresif. Perbedaannya ialah bahwa dalam menulis diperlukan
pendengaran dan pengucapan. Dengan perkataan lain, menulis merupakan komunikasi
tidak langsung, tidak tatap muka, sedangkan berbicara merupakan komunikasi
langsung komunikasi tatap muka. Baik menulis maupun berbicara harus
memperhatikan komponen-komponen yang sama, yaitu :struktur kata/bahasa, kosa
kata, kecepatan/kelancaran umum; bedanya ialah bahwa menulis berkaitan dengan
ortografi, maka berbicara berkaitan erat dengan fonologi.
3. Menulis Sebagai Suatu Cara Berkomunikasi.
Setiap
penuois atau pengarang mempunyai pikiran atau gagasan yang ingin disampaikan
atau diturunkan pada orang lain. Dalam hal ini dai harus menterjemahkan
ide-idenya kedalam sandi-sandi tulis. Sang pengarang memanfaatkan sejumlah
sarana mekanis untuk merekam sandi tulis tersebut. Setelah selesai perekaman
itu maka maka dapatlah diteruskan atau disebarkan kepada orang lain (dalam hal
ini para pembaca) melintasi waktu dan ruang. Pikiran atau gagasan sang
penulispun sampailah ke pihak pembaca. Pembaca melihat tulisan tersebut. Dia
menterjemahkan sandi tulis itu ke dalam sandi lisan kembali dan mendapatkan
sarta menemui kembali pikiran atau gagasan sang penulis. Akhirnya sang pembaca
memahami pikiran atau gagasan tersebut.
4. Batasan, Fungsi, Tujuan Menulis
Menulis adalah
menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu
bahasa yang dipahami oleh seseorang orang-orang lain dapat membaca
lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran
grafik itu. Gambar dan lukisan mungkin dapat menyampaikan makna-makna, tetapi
tidak menggambarkan kesatuan bahasa. Menulis merupakan suatu representasi
bagian dari kesatuan-kesatuan ekspresi bahasa. Hal ini merupakan perbedaan
utama antara lukisan dan tulisan, antara melukis dan menulis. Melukis gambar
bukanlah menulis. Penulis yang ulung adalah penulis yang dapat memanfaatkan
situasi dengan tepat. Situasi yang harus diperhatikan dan dimanfaatkan itu
adalah :
·
Maksud dan tujuan sang penulis,
·
Pembaca atau pemirsa,
·
Waktu atau kesempatan.
Sehubungan dengan
“tujuan” penulisan sesuatu tulisan, maka Hugo Hartig merangkumkan sebagai
berikut :
·
Assigment purpose (tujuan penugasan)
·
Altruistic purpose (tujuan altruistic)
·
Peruasive purpose (tujuan persuasif)
·
Informational purpose (tujuan
informational)
·
Selt-expressive (tujuan pernyataan diri)
·
Creative purpose (tujuan kreatif)
·
Problem-solving purpose (tujuan pemecahan
masalah).
5. Ragam Tulisan
Ragam
tulisan dilihat dari bentuknya
·
Bentuk-bentuk obyektif.
·
Bentuk-bentuk subyektif.
·
Eksposisi.
·
Deskripsi.
·
Narrasi.
·
Argumentasi.
·
Tulisan ekspositoris.
·
Tulisan kreatif.
·
Persuasi.
·
Argumentasi.
Bab 2
TULISAN
BERNADA AKRAB
1. Tulisan Pribadi
Tulisan
pribadi adalah suatu bentuk tulisan yang memberikan sesuatu yang paling
menyenangkan dalam penjelajahan diri pribadi sang penulis. Hanya catatan atau
laporan pribadi yang terbuka sajalah yang dapat menangkap kembali atau merekam
secara tepat apa-apa yang telah kita rasakan atau alami pada masa lalu. Di
samping kegunaan sesuatu laporan tertulis, maka perlu kita sadari bahwa peranan
yang paling penting dari menulis adalah nilainya itu sendiri.
2. Ciri-ciri Tulisan Pribadi
Tulisan pribadi
adalah suatu pernyataan dari gagasan-gagasan serta perasaan-perasaan kita
mengenai pengalaman-pengalaman kita sendiri yang ditulis baik bagi kesenangan
kita sendiri ataupun bagi kepentingan dan kenikmatan sanak keluarga atau
sahabat karib. Tulisan pribadi dapat berbentuk suatu :
·
Buku harian (diary)
·
Catatan harian, jurnal (journal)
·
Cerita tidak resmi (informal narrative)
·
Surat (letter)
·
Puisi (poem)
3. Bentuk-bentuk Tulisan Pribadi
Berdasarkan
bentuknya, tulisan pribadi dapat diklasifikasikan atas :
·
Buku/catatan harian :jurnal (journal)
·
Cerita yang bersifat otobiografis
(autobiographical narrative)
·
Lelucon yang bersifat otobiografis
(autobiographical annecdote)
·
Esei pribadi (personal essay)Catatan
harian (jurnal)
Menata sebuah buku
harian mungkin merupakan suatu cara yang sangat baik bagi kita untuk melatih
diri menulis dalam suatu nada yang bebas serta tulus, tetapi kita mungkin saja
merasa enggan memperlihatkan pikiran-pikiran pribadi tersebut kepada orang lain
– untuk mendapatkan saran-saran mengenai menulis.
4. Catatan Harian (Jurnal)
Dalam
buku harian kita merupakan pokok pembicaraan, kita menjadi pembaca atau
penikmat kita sendiri.
5. Cerita Otobiografi
Pembicaraan mengenai
cerita otobiografi (atau dengan dalam bahasa Inggris autubiographical
narrative) ini dititikberatkan pada tiga hal :
·
Makna dan ciri-ciri.
·
Teknik-tekni penulisan.
·
Beberapa petunjuk menulis cerita
otobiografis.
6. Lelocon Otobiografis
Lelocon
adalah suatu cara untuk menimbulkan gelak tawa. Dalam lelocon otobiografi yang
menjdai obyek leloconnya adalah diri kita sendiri.
7. Esai Pribadi
Esai
pribadi adalah pengalaman pribadi “berbicara mengenai” bukan hanya sekedar
“menceeritakan” atau “mengatakan”.
8. Siasat Perbaikan Tulisan Pribadi
Cara
yang tepat guna untuk memperbaiki atau merevisi sepenggal tulisan tertentu
adalah merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan
kebutuhan-kebutuhan dan tujuan-tujuan khusus perencanaan tulisan tersebut.
Bab 3
TULISAN
BERNADA PENERANGAN
1. Tujuan Tulisan Bernada Penerangan
Biasanya
nada tulisan yang seperti ini bersufat informatif, bernada memberi peneranga
kepada orang lain. Dan nada informasi ini biasanya menghasilkan tulisan yang
bersifat deskriptif.
2. Ragam Tulisan Peremian (Deskripsi)
Dari
bentuknya dibedakan:
·
Pemerian faktual.
Pemerian faktual beranggapan bahwa subtansi-subtasi material atau
hakekat-hakekat kebendaan ada dalam keberadaan yang bebas dari yang melihatnya.
·
Pemerian pribadi.
Dalam pemerian-pemerian pribadi, yang didasarkan pada responsi kita
terhadap obyek-obyek, suasana-suasana, situasi-situasi, dan pribadi-pribadi,
kita berusaha membagikan pengalaman-pengalaman kita kepada para pembicara agar
dapat dinikmati bersama-sama, dengan harapan dapat menciptakannya kembali dan
dengan demikian menimbulkan responsi yang sama.
3. Perbedaan antara Pemerian Faktual dan Pemerian Pribadi.
Perbedaan
antara pemerian faktual dengan pemerian faktual agaknya dapat dinamakan degan
perbedaan yang terdapat antara gambar foto dengan gambar lukisan. Walaupun si
tukang foto berusaha memilih sudut pandangan, cahaya,komposisi, pembukaan
lensa, dan kecepatan membidik dengan sebaik-baiknya dan dengan
secepat-cepatnya, tetapi kebebasan mereka terbatas:menggambarkan subyek atau
sasaran seperti adanya kepada kebanyakan orang. Pemerian faktual kebebasan dalam menggambarkan dibatasi oleh subyek
sedangakan pemerian pribadi mereka bebas dalam menggambarkan tidak dibatasi
oleh apapun.
4. Beberapa Petunjuk Menulis Pemerian.
Pemerian
faktual.
Susunan:
mempunyai aturan tertentu sehubungan dengan tempat dan ruang, logis, konsiten,
tetap.
Gaya:
tidak perlu menarik perhatian para pembaca, bahasa digunakan sederhana.
Nada:
formal
Pemerian
pribadi.
Susunan:
disusun berdasarkan, ruang, waktu dan tempat, statis.
Gaya:
harus menarik perhatian, bahasa yang digunakan menarik, rinci dalam
menggambarkan.
Nada:
penuh perassan, terdengar jelas.
5. Pemerian orang.
Isinya
merupakan gambaran dari orang lain, identitas orang lain dan pengalaman orang
lain.
Bab 4
TULISAN BERNADA PENJELASAN
1. Makna dan Tujuan Tulisan Bernada Penjelasan
Makna dari
tulisan bernada penjelasan ini bersifat eksposisi sebagai tulisan informatif
tulisan yang bernada penerangan. Tujuan dari tulisan bernada penjelasan ini
adalah memberi penjelasan atau pemahaman kepada pembaca.
2. Pokok Permasalahan dan Pembaca
Pokok
permasalahan yang harus ditulis adalah sesuatu yang ingin diketahui oleh
pembaca, adapun hal yang harus diperhatikan adalah daya penarik, luas,
kerumitan.
3. Bentuk-bentuk Tulisan penyingkapan
Diklasifikasikan
sebagai berikut:
·
Klasifikasi.
·
Definisi.
·
Analisi.
·
Opini.
4. Susunan Tulisan Penyingkapan
Diarahkan
pada dua hal, yaitu:
·
Pentingnya susunan logis dalam tulisan
penyingkapa.
·
Langkah-langkah pengembangan tulisan logis.
-
Mencari judul.
-
Membatasi judul.
-
Merumuskan pernyataan tesis.
-
Mengembangkan suatu bagan/skema organisasi.
5. Bentuk Paragraf Penyingkapan
·
Komponen-komponen paragraf.
-
Judul
-
Pembatasan
-
Uraian.
·
Pengembangan paragraf.
·
Jenis paragraf.
-
Paragraf peraliahan
-
Paragraf penekanan.
·
Gerakan paragraf.
-
Urutan setara
-
Urutan bertingkat
-
Urutan campuran
-
6. Pendahuluan dan Kesimpulan pada Tulisan Penyingkapan.
Penulisan
pendahuluan memuat:
·
Menarik minat pembaca.
·
Menyatakan tesis .
·
Memilih nada.
·
Menentukan sudut pandang.
Penulisan
kesimpulan:
·
Sebagai penutup atau rangkuman.
·
Menyajikan hal-hal yang penting diingat oleh
pembaca.
Bab 5
TULISAN
BERNADA MENDEBAT
1. Tulisan yang Bersifat Meyakinkan
Tulisan
yang bernada mendebar biasanya berbentuk arguemtasi sedangkan tulisan bersifat
meyakinkan berbentuk persuasif.
2. Persuasi Logis
Persuasi
logis atau argumentasi biasanya dipergunakan pada situasi-situasi
perdebatan-perdebatan pada pengadilan dan menbahas hal-hal penting dan ramai
dibicarakan.
3. Penalaran Keliru
Diklasifikasikan
menjadi:
·
Kekeliruan logis.
-
Peniruan.
-
Tidak masuk akal.
-
Mengemis masalah.
-
Atau.
·
Kekeliruan emosional.
-
Tuntutan terhadap seseorang.
-
Tuntutan terhadap orang-orang.
-
Penyebutan nama.
-
Generalitas yang megah.
-
Tuntutan populer.
Bab 6
TULISAN
BERNADA MENGKRITI
Tulisan yang bernada mengkritik menghasilkan
tulisan mengenai sastra.
1. Peranan Penulis Sastra.
·
Penulis sebagai pengolah cerita.
·
Penulis sebagai penulis cerita.
·
Penulis sebagai pimpinan.
2. Tokoh
Fungsi
tokoh adalah untuk memerankan dan menhidupkan cerita. Jenis tokoh meliputi
tokoh utama, penunjang dan latar belakang. Ciri tokoh tergantung cerita yang
melatar belakanginya.
3. Alur.
Unsur
alur meliputi:
·
Situasai atau keadaan.
·
Peristiwa yang bersangkut-paut dan bergerak.
·
Peristiwa mulai memuncak.
·
Peristiwa mencapai klimaks.
·
Pemecahan atau penyelesaian peristiwa.
Jenis
alur sebagai berikut:
·
Alur gerak.
·
Alur pedih.
·
Alur tragis.
·
Alur penghukuman.
·
Alur sinis.
·
Alur sentimental.
·
Alur kekaguman.
·
Alur kedewasaan.
·
Alur perbaikan.
·
Alur pengujian.
·
Alur pendidikan.
·
Alur pembukaan rahasia.
·
Alur perasaan sayang.
·
Alur kekecewaan.
Evaluasi
alur memiliki faktor:
·
Pembayangan.
·
Kepercayaan pada kesempatan.
·
Keterpercayaan pada kesatuan.
·
Kemasukakalan akhir cerita.
4. Latar
Latar
adalah lingkungan fisik tempat terjadinya kejadian dalam sebuah cerita.
5. Waktu
Jenis
urutan waktu dalam suatu cerita:
·
Secara kronologis.
·
Sorot balik.
6. Tema
Tema merupakan
gagasan atau pikiran pokok pada cerita.
7. Tekhnik
Ironi atau gaya bahasa
·
Paradoks atau bertentangan
·
Simbolisme
·
Metafora
Bab 7
TULISAN BERNADA OTORITATIF
Tulisan bernada otritatif biasanya berbentuk
karya ilmiah.
Adapun tahap-tahap penulisannya sebgai berikut:
·
Memilih topik
·
Membabaca pendahuluan
·
Menentukan bibliografi pendahuluan
·
Membuat kerangka pendahuluan
·
Membuat catatan
·
Menyusun kerangka akhir
·
Menyusun naskah pertama
·
Mengadakan revisi
·
Menyusun naskah akhir.
·
Mengoreksi cetakan percobaan.
thaks
BalasHapus